Benarkah Bumi Sebenarnya Memiliki Dua Bulan - Efun

Selasa, 30 Juni 2020

Benarkah Bumi Sebenarnya Memiliki Dua Bulan

 

Benarkah Bumi Sebenarnya Memiliki Dua Bulan



CD3 2020, bulan mini yang baru-baru ini ditemukan mengorbit bumi. (NASA)
Theodore Pruyne dan Kacpe Wierzchos menemukan bulan mini yang diberi nama CD3 2020. Bulan kedua Bumi ini ukurannya sangat kecil jika dibandingkan dengan bulan yang selama ini kita kenal.

Bulan mini bernama CD3 2020 ditemukan oleh tim Catalina Sky Survey dari Lembaga Pusat Planet Kecil (The Minor Planet Center/TMPC). Penemuan ini cukup menghebohkan karena mengubah pengetahuan tentang jumlah bulan yang mengitari bumi. Bulan ternyata nggak lagi satu-satunya satelit alami bumi!

"Berita besar, Bumi memiliki objek yang baru ditangkap. Bulan mini ini diberi nama CD3 2020 pada 15 Februari lalu bersama rekan saya Catalina Sky Survey, Teddy Pruyne," kata Kacper Wierzchos, salah satu astronaut dari TMPC di akun Twitter resminya.

Ukuran bulan mini ini hanya 1,9 x 3.5 meter, jauh lebih kecil jika dibanding dengan ukuran bulan yang memiliki diameter 3.474 kilometer. Ukuran bulan mini ini juga nggak lebih besar dari asteroid. Ini yang membuat satelit baru itu jadi nggak bisa dilihat dengan mata telanjang di bumi.

Peneliti memperkirakan benda langit satu ini sebenarnya adalah asteroid yang beredar dekat dengan bumi dan terjebak tarikan gravitasi bumi. Satelit mini tersebut dianggap sudah memasuki orbit bumi kurang lebih tiga tahun yang lalu. Hanya, bulan ini nggak akan mengitari bumi selamanya. Seiring waktu berjalan, CD3 2020 akan terhempas dari orbit bumi mulai April 2020.

Dua orang yang berhasil menemukan satelit kedua bumi ini adalah Theodore Pruyne dan Kacpe Wierzchos. Saat menemukan satelit anyar itu pertama kali, mereka enggan mengumumkan. Mereka pengin memastikan jika benda angka yang ditemukan itu bukan satelit buatan manusia atau hanya sampah antariksa yang mengambang orbit bumi.

Fenomena bulan berukuran kecil ini bukan pertama kali ditemukan. Pada 2006 silam, para astronaut juga menemukan bulan mini bernama RH120 2006. Sayangnya setahun kemudian, RH120 terhempas dari orbit bumi.

Pada 2016, ditemukan pula HO3 2016, sebuah satelit yang mengikuti bumi berjarak 13,6 kali lebih jauh dari jarak bulan. Orbit H03 2016 sejajar dengan bumi dan mengelilingi matahari. Satelit semu ini diperkirakan telah membuntuti bumi dalam 100 tahun terakhir.

The Next Web menulis, satelit anyar nggak bertahan lama karena kurang seimbangnya gravitasi antara bumi dan bulan-bulan kecil tersebut.

Penemuan ini nggak hanya membantu untuk mempelajari terkait orbit bulan mini pada bumi, tapi juga membantu astronaut untuk mempelajari asteroid.

Kira-kira bakal ditemukan bulan baru lagi, nggak ya.

Sekian semoga bermampaat ya.

Tidak ada komentar:
Write komentar